Seperti yang kita tahu bahwa jasa pahlawan Indonesia sangatlah besar untuk Indonesia tentunya. namun jasa mereka juga besar dalam kancah Internasional.
Saya mendapati beberapa nama pahlawan Indonesia dijadikan nama jalan di negara lain. mari kita lihat :
1. Rue Soukarno
terletak di Rabat, Maroko. tanggal 2 Mei 1960 resmi sudah nama jalan ini, uniknya lagi, Soekarno sendirilah yang meresmikannya. Jasa Soekarno terhadap Maroko sangatlah besar, sampai - sampai diabadikan sebagai nama sebuah jalan.
2. Mohammed Hatta Straat
Kota Harlem di Belanda-lah yang kini menggunakan nama salah seorang pahlawan kita sebagai nama jalannya, yaitu Muhammad Hatta. Walikota RH Claudius mengabadikan nama wakil presiden pertama kita karena beliau telah belajar di negeri kincir angin itu dan menjadi seorang tokoh pergerakan kemerdakaan bangsanya.
3. R. A. Kartini Straat
Ibu kita Kartini tidak hanya diabadikan dalam sebuah lagu ciptaan WR Supratman saja. R. A. Kartini menjadi sebuah nama jalan di Amsterdam, Harleem dan Utrecht di Belanda. Apa penyebabnya? R. A. Kartini adalah tokoh yang memperjuangkan hak - hak perempuan, oleh karena itu, pemerintahan Belanda mengabdikan namanya sebagai nama jalan untuk menghargai jasa - jasa beliau.
4. Sjahrir Straat
Kali ini, tokoh golongan muda dan mantan perdana menteri kita yaitu Sutan Sjahrir menjadi sebuah nama jalan di Leiden, Belanda. Sebelumnya beliau pernah sekolah di Fakultas Hukum di Universitas Amsterdam. Lalu, saat beliau menambah pergaulannya setelah berpindah ke Leiden School of Indology inilah, namanya diabadikan sebagai nama jalan.
5. Irawan Soejono Straat
Memang asing nama ini, tapi beliau tak lain adalah putra dari salah satu menteri pertama kita dahulu yaitu Raden Ario Adipati Soejono. Yang membuat nama beliau diabadikan sebagai nama jalan adalah, kisah keberanian beliau yang terbunuh saat pasukan SS Nazi menguasai Belanda. Beliau adalah pemuda Indonesia yang gagah berani. Maka, Amsterdam mengambil nama beliau sebagai nama jalan disana.
6. Munir Straat
Pejuang HAM kita yang satu ini mati terbunuh di dalam pesawat saat menuju Belanda. Racun arsenik yang ditemukan pada jasad beliau telah membongkar rahasia penculikan para aktivis tahun 1997 - 1998. Semangat Beliau dan jasa beliau untuk memperjuangkan HAM di Indonesia membuat Belanda menjadikan nama beliau salah satu nama jalan di Den Haag.
Mungkin itu saja yang dapat saya temukan, masih banyak lagi nama - nama jalan di luar negeri yang diambil dari nama pahlawan Indonesia
Thursday, 20 August 2015
Renville : Abdul Kadir Widjojoatmodjo
Seperti yang kita tahu, perjanjian Renville menjadi salah satu bentuk upaya yang dilakukan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia secara diplomasi.
Layaknya para pelajar lainnya, saya, yang mendapat pengetahuan tentang perjanjian Renville beserta segala rinciannya, merasakan sebuah kejanggalan terhadap nama "Abdul Kadir Widjojoatmodjo" yang di saat itu adalah pimpinan delegasi Belanda.
Ada apa sebenarnya??
Abdul Kadir sebenarnya adalah orang Indonesia yang dibesarkan di Belanda, dia sudah mengabdikan hidupnya untuk Belanda saat dia kuliah di sana.
Maka tak heran apabila Abdul Kadir membela Belanda dalam perjanjian Renville. Namun ada alasan lain juga!
Belanda adalah Penjajah benar? maka, untuk memperkuat dan melanggengkan tujuan penjajahannya itu, Belanda akan melakukan segala cara! termasuk menjadikan Abdul Kadir sebaga pimpinan delegasi mereka saat perjanjian Renville.
Dari situ Belanda mencoba memahamkan kepada dunia bahwa Indonesia sebenarnya sudah berada dalam dominasi Belanda, karena orang Indonesia sendiri membela Belanda saat perjanjian Renville...
Mungkin itu yang bisa saya bagikan saat ini, jumpa lagi di lain posting yaa.... ciao
Layaknya para pelajar lainnya, saya, yang mendapat pengetahuan tentang perjanjian Renville beserta segala rinciannya, merasakan sebuah kejanggalan terhadap nama "Abdul Kadir Widjojoatmodjo" yang di saat itu adalah pimpinan delegasi Belanda.
Ada apa sebenarnya??
Abdul Kadir sebenarnya adalah orang Indonesia yang dibesarkan di Belanda, dia sudah mengabdikan hidupnya untuk Belanda saat dia kuliah di sana.
Maka tak heran apabila Abdul Kadir membela Belanda dalam perjanjian Renville. Namun ada alasan lain juga!
Belanda adalah Penjajah benar? maka, untuk memperkuat dan melanggengkan tujuan penjajahannya itu, Belanda akan melakukan segala cara! termasuk menjadikan Abdul Kadir sebaga pimpinan delegasi mereka saat perjanjian Renville.
Dari situ Belanda mencoba memahamkan kepada dunia bahwa Indonesia sebenarnya sudah berada dalam dominasi Belanda, karena orang Indonesia sendiri membela Belanda saat perjanjian Renville...
Mungkin itu yang bisa saya bagikan saat ini, jumpa lagi di lain posting yaa.... ciao
Monday, 17 August 2015
Tugas Sejarah Indonesia
Kali ini aku diberi tugas Sejarah Indonesia untuk membuat rumusan teks proklamasi sendiri! Seperti yang kita tahu "Founding Fathers" kita bahkan sampai tidak tidur demi menciptakan sebuah torehan tinta yang sepanjang 2 paragraf saja. Aku dan kelompokku diberi waktu 1 jam pelajaran untuk menyelesaikan tugas itu! bayangkan percekcokan yang kami lalui demi menemukan kata - kata yang tepat. jika seperti ini yang kalian harapkan :
Maka inilah hasil kami :
Bismillahirrahmanirrahim
PROKLAMASI
Berkat rahmat Allah Yang Maha Esa kami perwakilan seluruh bangsa
Indonesia menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka.
Dan dengan kebulatan tekad, segala persiapan menuju negara yang berdaulat akan segera diwujudkan dengan sebaik-baiknya
Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun 05
Atas nama bangsa Indonesia
Ridho Rhoma
(yg ini boleh diganti)
Mau mencoba? silahkan kawan! :D dijamin susah banget!
Thursday, 13 August 2015
Wilayah yang seharusnya menjadi sasaran bom atom Hiroshima-Nagasaki (Yang paling terkenal)
Adalah daerah Kokura tempat gudang persenjataan Jepang berada
Usulan dasar Negara yang paling mirip dengan pancasila sekarang ini (Pendapat Ane)
Yang paling mirip adalah usulan Bapak Moh. Yamin.....
Alasan Bendera Indonesia berwarna Merah Putih (Pendapat Ane)
Karena bangsa Indonesia telah mengenal warna Merah Putih sejak beribu tahun yang lalu sebagai lambang Bunda Bumi dan Bapak Langit atau Matahari-Merah dan Bulan-Putih. Lalu seiring berjalannya waktu maka pemahaman merah putih yang sering digunakan sebagai panji - panji pada masa kerajaan berevolusi dan beruah maknanya sampai menjadi seperti sekarang ini.
List Badan - Badan Semi Militer Jepang di Indonesia
1. Seinendan (Barisan Pemuda)
2. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
3. Syusyintai (Barisan Pelopor)
4. Fujinkai (Barisan Wanita)
5. Hizbullah / Kaikyo Seinen Teshintai
6. Dll.
2. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
3. Syusyintai (Barisan Pelopor)
4. Fujinkai (Barisan Wanita)
5. Hizbullah / Kaikyo Seinen Teshintai
6. Dll.
Wednesday, 6 May 2015
Latar belakang pergerakan nasional
Faktor
– faktor munculnya pergerakan nasional di Indonesia
1 Adanya kaum cerdik pandai
2 Penderitaan, penindasan, dan perlakuan deskriminatif
3 Pengaruh politik balas budi
b. Factor ekstern
1 Kemenangan Jepang melawan Rusia pada tahun 1905
2 Masuknya paham-paham baru ke indonesia
1. Liberalisme
Paham liberalisme pertama kali dicetuskan oleh Adam Smith. Liberalisme berasal
dari kata liberty yang artinya bebas. Menurut Coady dalam Distrbutive Justice : A
Companion to Contemporary Political Philosophy, liberalisme didefinisikan
sebagai suatu etika social yang menganjurkan kebebasan dan kesetaraan secara
umum.
2. Nasionalisme
Nasionalisme berasal dari kata “nation” yang berarti bangsa. Nasionalisme adalah
suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari sekelompok manusia yang
menimbulkan kesadaran sebagai suautu bangsa.
Dalam pengertian luas nasionalisme adalah persamaan cinta terhadap bangsa
dan tanah airnya. Perasaan itu muncul karena adanya persamaan sejarah,
agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan, tempat tinggal, dan keinginan untuk
mempertahankan serta mengengbangkannya sebagai milik bersama.
Sebab-sebab timbulnya nasionalisme di eropa : 1). Munculnya faham rasionalisme
dan romantisme; 2). Munculnya faham aufklarung dan kosmopolitanisme; 3).
Terjadinya revolusi perancis.
Nasionalisme di wilayah asia dipengaruhi atau disebabkan oleh : 1). Adanya
kenangan akan kejayaan masa lampau; 2). Imperialisme; 3). Pengaruh faham
revolusi perancis.
3. Sosialisme
Sosialisme merupakan faham yang menekankan perhatian pada masyarakat
secara keseluruhan.
Tokoh sosialisme ini adalah Karl Max, dalam bukunya yang berjudul das Capital,
dia menyatakan bahwa sejarah masyarakat merupakan sejarah perjuangan kelas,
dan yang akan menang ialah golongan proletar (kaum miskin). Hasil perjuangan
golongan sosialis antara lain :
a. Pembentukan partai buruh
b. Undang-undang Factory Act. (Inggris, 1833)
c. Poor Law (Inggris, 1834)
4. Demokrasi
Demokrasi merupakan suatu system pemerintahan yang berasal dari rakyat, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Pertama kali dilaksanakan di Yunani,
yaitu di Polis Athena.
Macam-macam demokrasi saat ini :
a. Demokrasi parlementer, yaitu demokrasi yang menempatkan
kedudukan parlemen (badan legislative) lebih tinggi dari pada badan
eksekutif
b. Demokrasi system pemisahan kekuasaan, dalam system ini kekuasaan
legislative dipegang oleh kongres, kekuasaan eksekutif dipegang
presiden, sedang kekuasaan yudikatif dipegang Mahkamah Agung (MA).
c. System demokrasi melaui referendum, setiap Negara bagian memiliki
lembaga legislative, eksekutif, dan yudikatif. Dalam hal ini rakyat
berperan sebagai badan pengawas memalui system referendum.
5. Pan-Islamisme
Pan-Islamisme merupakan suatu faham yang menginginkan atau mencita-citakan
manifestasi dari prinsip Ilsam mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan antar
umat Islam di seluruh dunia.
Perkembangan nasionalisme dikawasan Asia Afrika khususnya di Asia Tenggara
pada paruh pertama abad ke-20
Nasionalisme di Fhilipina
Kebijakan yang semena-mena dari pemerintah Spanyol.
Dibentuknya Liga Fhilipina oleh Jose Rizal dibantu oleh Andreas Bonifacio
dan Emilio Aquinaldo.
Pemberontakan Katipunan, Jose Rizal ditangkap dan tanggal 30 Desember
1896 di hukum mati oleh pemerintah Spanyol.
Berdirinya Katipunan Ng Mga Anak ng Bayan (gerakan persatuan anak
rakyat) oleh Andreas Bonifacio, sedangkan Emilio Aquilando meneruskan
perjuangan Jose Rizal.
12 Juni 1898, Emilio Aquilando bekerja sama dengan Amerika, dan berhasil
bebas dari penjajahan spanyol, namun justru menjadi jajahan Amerika.
1919, menuntut di beri kemerdekaan penuh, tapi ditolak Amerika.
1934, dijadikan sebagai daerah Commonwealth.
4 Juli 1946, Fhilipina di beri kemerdekaan penuh.
Tokoh dan organisasi jaman pergerakan nasional
Tokoh
Pergerakan Nasional
Budi
Utomo
|
Organisasi
ini sebelumnya merupakan ide seorang dr. Wahidin Sudirohusodo
untuk membentuk sebuah Studiefounds.
Dan ini adalah organisasi pertama di Indonesia, dibentuk oleh Dr.
Sutomo yang memimpin para mahasiswa STOVIA
di Batavia pada tanggal 20 Mei 1908.
Maka
dari itu, setelah kemerdekaan Indonesia, tanggal 20 Mei ditetapkan
sebagai hari Kebangkitan Nasional.
Adapun
tujuan dari Budi
Utomo
sendiri adalah :
1.
Mengajukan pengajaran,
2.
Memajukan pertanian, peternakan dan perdagangan,
3.
Memajukan Teknik dan Industri, dan
4.
Menghidupkan kembali kebudayaan.
|
SI
(Sarekat Islam)
|
H.
Samanhudi yang seorang pedagang batik mendirikan organisasi ini.
Pada tahun 1911 yaitu 3 tahun setelah berdirinya Budi Utomo.
Pada
awal pembentukannya organisasi ini bernamakan SDI
(Sarekat Dagang Islam) namun atas prakarsa H.O.S. Cokroaminoto,
nama itupun diganti menjadi SI
(Sarekat Islam) saja, agar keanggotaannya tidak terbatas pada
pedagang saja.
Tujuan
dari organisasi ini juga tidak berbau politik, yaitu :
1.
Memajukan perdagangan,
2.
Membantu para anggotanya yang mengalami kesulitan usaha,
3.
Memajukan kepentingan rohani dan jasmani penduduk asli, dan
4.
Memajukan kehidupan agama Islam
karena
perkembangan SI
yang pesat mengundang perhatian dari kelompok sosialis kiri yang
tergabung dalam ISDV
Maka
dalam perkembangannya SI
pecah jadi dua kelompok ;
a)
Kelompok nasionalis
religius
(Sarekat Islam Putih) dengan asas perjuangan Islam di bawah H.O.S.
Cokroaminoto.
b)
Kelompok ekonomi
dogmatis
(Sarekat Islam Merah) dengan haluan sosialis kiri dipimpin oleh
Semaun dan Darsono.
|
Indische
Partij
|
Tanggal
25 Desember 1912 di Bandung, berdirilah sebuah organisasi
nasionalis yaitu Indische
Partij.
Didirikan oleh Tiga
Serangkai,
yakni Douwes Dekker (Setyabudi Danudirjo), dr. Cipto Mangunkusumo,
dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
Organisasi
ini bercita-cita untuk menyatukan semua golongan yang ada di
Indonesia, cita-cita ini banyak disebar-luaskan melalui surat
kabar De
Expres.
Ada
juga susunan program kerjanya :
1.
Meresapkan cita-cita nasional Hindia (Indonesia),
2.
Memberantas kesombongan sosial dalam pergaulan,
3.
Memberantas usaha-usaha yang memecah belah antar agama,
4.
Memperbesar pengaruh pro-Hindia di pemerintahan, dan
5.
Berusaha untuk mendapatkan persamaan hak bagi semua orang.
6.
Pengajaran harus digunakan untuk kepentingan ekonomi Hindia.
Dari
atas, kita tahu bahwa ini adalah sebuah partai politik pertama di
Indonesia dengan haluan koperasi.
|
Muhammadiyah
|
KH.
Ahmad Dahlan yang mendirikannya pada tanggal 18 November 1912
dengan asas perjuangan Islam dan kebangsaan Indonesia, namun
bersifat nonpolitik.
Muhammadiyah
bertujuan :
1.
Memajukan pendidikan dan pengajaran berdasarkan agama Islam
2.
dan Mengembangkan pengetahuan ilmu agama.
Untuk
itu maka usaha Muhammadiyah
mencapainya adalah sebagai berikut :
a)
Mendirikan sekolah-sekolah yang berdasarkan agama Islam (TK sampai
perguruan tinggi),
b)
Mendirikan poliklinik-poliklinik, rumah sakit, rumah yatim,
masjid, dan
c)
Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan.
|
Taman
Siswa
|
Setelah
kembali dari pengasingannya di Belanda (pada masa Indische
Partij
mengalami kemunduran) Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan
Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta.
Taman
Siswa sangat berjasa dalam mengajari rakyat Indonesia berbagai
macam hal seperti; berbahasa asing, sejarah, sastra, agama, dan
lain-lain.
Sistem
“among” diterapkan dengan pola belajar “asah, asih dan asuh”
di Taman Siswa ini.
Atas
perjuangannya yang luar biasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
maka tanggal 2 Mei (kelahiran Ki Hajar Dewantara) dijadikan hari
Pendidikan Nasional.
|
PKI
(Partai Komunis Indonesia)
|
Benih-benih
paham Marxis dibawa masuk ke Indonesia oleh seorang Belanda yang
bernama H.J.F.M. Sneevliet.
9
Mei 1914 di Semarang, Sneevliet bersama-sama dengan J.A.
Brandsteder, H.W. Dekker, dan P. Bersgma berhasil mendirikan
Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV).
Sneevliet
melakukan infiltrasi (penyusupan) kader-kadernya ke dalam tubuh SI
dengan menjadikan anggota-anggota ISDV sebagai anggota SI, dan
sebaliknya anggota-anggota SI menjadi anggota ISDV.
Dengan
cara itu Sneevliet dan kawan-kawannya telah mempunyai pengaruh
yang kuat di kalangan SI, lebih-lebih setelah berhasil mengambil
alih beberapa pemimpin SI, seperti Semaun dan Darsono. Mereka
inilah yang dididik secara khusus untuk menjadi tokoh-tokoh
Marxisme tulen. Akibatnya SI Cabang Semarang yang sudah berada di
bawah pengaruh ISDV semakin jelas warna Marxisnya dan selanjutnya
terjadilah perpecahan dalam tubuh SI.
Pada
tanggal 23 Mei 1923 ISDV diubah menjadi Partai Komunis Hindia dan
selanjutnya pada bulan Desember 1920 menjadi Partai Komunis
Indonesia. (PKI). Susunan pengurus PKI , antara lain Semaun
(ketua), Darsono (wakil ketua), Bersgma (sekretaris), dan Dekker
(bendahara).
PKI
semakin aktif dalam percaturan politik dan untuk menarik massa
maka dalam propagandanya PKI menghalalkan secara cara.
Sampai-sampai tidak segan-segan untuk mempergunakan kepercayaan
rakyat kepada ayat-ayat Al - Qur'an dan Hadis bahkan juga Ramalan
Jayabaya dan Ratu Adil.
Kemajuan
yang diperolehnya ternyata membuat PKI lupa diri sehingga
merencanakan suatu petualangan politik. Pada tanggal 13 November
1926 PKI melancarkan pemberontakan di Batavia dan disusul di
daerah-daerah lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa
Timur. Di Sumatra Barat pemberontakan PKI dilancarkan pada tanggal
1 Januari 1927. Dalam waktu yang singkat semua pemberontakan PKI
tersebut berhasil ditumpas. Akhirnya, ribuan rakyat ditangkap,
dipenjara, dan dibuang ke Tanah Merah dan Digul Atas (Papua)
|
PNI
(Partai Nasional Indonesia)
|
Algemene
Studie Club di Bandung yang didirikan oleh Ir. Soekarno pada tahun
1925 telah mendorong para pemimpin lainnya untuk mendirikan partai
politik, yakni Partai Nasional Indonesia ( PNI). PNI didirikan di
Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh 8 pemimpin, yakni dr. Cipto
Mangunkusumo, Ir. Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskak, Mr. Sunaryo, Mr.
Budiarto, Dr. Samsi, dan Ir. Soekarno sebagai ketuanya. Kebanyakan
dari mereka adalah mantan anggota Perhimpunan Indonesia di Negeri
Belanda yang baru kembali ke tanah air.
Radikal
PNI telah kelihatan sejak awal berdirinya. Hal ini terlihat dari
anggaran dasarnya bahwa tujuan PNI adalah Indonesia merdeka dengan
strategi perjuangannya nonkooperasi. Untuk mencapai tujuan
tersebut maka PNI berasaskan pada self help, yakni prinsip
menolong diri sendiri, artinya memperbaiki keadaan politik,
ekonomi, dan sosial budaya yang telah rusak oleh penjajah dengan
kekuatan sendiri; nonkooperatif, yakni tidak mengadakan kerja sama
dengan pemerintah Belanda; Marhaenisme, yakni mengentaskan massa
dari kemiskinan dan kesengsaraan.
PNI telah menetapkan program kerja
sebagaimana dijelaskan dalam kongresnya yang pertama di Surabaya
pada tahun 1928, seperti berikut.
1)
Usaha politik, yakni memperkuat rasa kebangsaan (nasionalisme) dan
kesadaran atas persatuan bangsa Indonesia.
2)
Usaha ekonomi, yakni memajukan perdagangan pribumi, kerajinan,
serta mendirikan bank-bank dan koperasi.
3)
Usaha sosial, yaitu memajukan pengajaran yang bersifat nasional,
meningkatkan derajat kaum wanita, memerangi pengangguran,
memajukan transmigrasi, memajukan kesehatan rakyat, antara lain
dengan mendirikan poliklinik.
Dengan
munculnya isu bahwa PNI pada awal tahun 1930 akan mengadakan
pemberontakan maka pada tanggal 29 Desember 1929, pemerintah
Hindia Belanda mengadakan penggeledahan secara besar-besaran dan
menangkap empat pemimpinnya, yaitu Ir. Soerkarno, Maskun, Gatot
Mangunprojo dan Supriadinata. Mereka kemudian diajukan ke
pengadilan di Bandung.
Dalam
sidang pengadilan, Ir. Soerkarno mengadakan pembelaan dalam judul
Indonesia Menggugat. Atas dasar tindakan melanggar Pasal "karet"
153 bis dan Pasal 169 KUHP, para pemimpin PNI dianggap mengganggu
ketertiban umum dan menentang kekuasaan Belanda sehingga dijatuhi
hukuman penjara di Penjara Sukamiskin Bandung. Sementara itu,
pimpinan PNI untuk sementara dipegang oleh Mr. Sartono dan dengan
pertimbangan demi keselamatan maka pada tahun 1931 oleh pengurus
besarnya PNI dibubarkan. Hal ini menimbulkan pro dan kontra.
Mereka
yang pro pembubaran, mendirikan partai baru dengan nama Partai
Indonesia (Partindo) di bawah pimpinan Mr. Sartono. Kelompok yang
kontra, ingin tetap melestarikan nama PNI dengan mendirikan
Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru) di bawah pimpinan Drs.
Moh. Hatta dan Sutan Syahrir.
|
Gerakan
Wanita
|
Munculnya
gerakan wanita di Indonesia, khusunya di Jawa dirintis oleh R.A.
Kartini yang kemudian dikenal sebagai pelopor pergerakan wanita
Indonesia. R.A. Kartini bercita-cita untuk mengangkat derajat kaum
wanita Indonesia melalui pendidikan.
Cita-citanya
tersebut tertulis dalam surat-suratnya yang kemudian berhasil
dihimpun dalam sebuah buku yang diterjemahkan dalam judul Habis
Gelap Terbitlah Terang. Cita-cita R.A. Kartini ini mempunyai
persamaan dengan Raden Dewi Sartika yang berjuang di Bandung.
Semasa
Pergerakan Nasional maka muncul gerakan wanita yang bergerak di
bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi-organisasi yang
ada, antara lain sebagai berikut.
1)
Putri Mardika di Batavia (1912) dengan tujuan membantu keuangan
bagi wanita-wanita yang akan melanjutkan sekolahnya.
2)
Kartinifounds, yang didirikan oleh suami istri T.Ch. van Deventer
(1912) dengan membentuk sekolah-sekolah Kartini di Semarang,
Batavia, Malang, dan Madiun.
3)
Kerajinan Amal Setia, di Koto Gadang Sumatra Barat oleh Rohana
Kudus (1914).
Tujuannya
meningkatkan derajat kaum wanita dengan cara memberi pelajaran
membaca, menulis, berhitung, mengatur rumah tangga, membuat
kerajinan, dan cara pemasarannya.
4)
Aisyiah, merupakan organisasi wanita Muhammadiyah yang didirikan
oleh Ny. Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan (1917). Tujuannya untuk
memajukan pendidikan dan keagamaan kaum wanita.
5)
Organisasi Kewanitaan lain yang berdiri cukup banyak
Puncak
gerakan wanita, yaitu dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan
Indonesia I pada tanggal 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta.
Kongres menghasilkan bentuk perhimpunan wanita berskala nasional
dan berwawasan kebangsaan, yakni Perikatan Perempuan Indonesia
(PPI). Dalam Kongres Wanita II di Batavia pada tanggal 28–31
Desember 1929 PPI diubah menjadi Perikatan Perhimpunan Isteri
Indonesia (PPII). Kongres Wanita I merupakan awal dari bangkitnya
kesadaran nasional di kalangan wanita Indonesia sehingga tanggal
22 Desember ditetapkan sebagai hari
Ibu.
|
Pemufakatan
Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI)
|
Berdiri
17 Desember 1926, yang terdiri dari gabungan PNI, PSI, Algeme
Studi Club, BO,
Pasundan, Serikat Sumatra, Kaum Betawi, Indonesische Studie Club, Serikat Madura, Tirtayasa, dan Serikat Celebes. Tokohnya : Ir. Soekarno (PNI) dan Dr. Sukiman (Sarekat Islam). l. Kongres Pemuda 1. Kongres Pemuda I, di Jakarta, 30 April 1926 2. Kongres Pemuda II, di Jakarta, 27-28 Oktober 1028 |
Partai
Indonesia Raya (Parindra)
|
Budi
Utomo dan Persatuan Bangsa melaui kongres di Solo tanggal 24-26
Desember
1935, berfusi menjadi Parindra (Partai Indonesia Raya), dan Dr. Soetomo sebagai ketua. |
Majelis
Islam A’la Indonesia (MIAI)
|
Dibentuk
pada tanggal 25 September 1937 di Surabaya. Dicetuskan oleh K.H.
mas
Mansur dari Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, dan K.H. Abdul Wahab dari NU. |
Gabungan
Politik Indonesia (GAPI)
|
Didirikan
tanggal 21 Mei 1939 dibawah pimpinan Muh. Husni Tamrin.
Asas kegiatan GAPI, yaitu : 1. Hak menentukan nasibnya sendiri; 2. Persatuan nasional diseluruh bangsa Indonesia berdasarkan demokrasi dalam bidang social, politik, dan ekonomi; 3. Mengadakan kesatuan aksi seluruh pergerakan nasional |
Sunday, 3 May 2015
Pendapat Kolonialisme dan Imperialisme
Kolonialisme
Merupakan tindak penjajahan terhadap suatu negara yang menurut saya merugikan karena tidak membiarkan negara jajahan unuk berkembang, dengan kata lain ini merupakan pendominasian secara utuh.
Imperialisme
Tindak penjajahan lainnya, namun dalam kasus ini para penjajah membiarkan negara jajahannya untuk berkembang meski tetap harus sesuai keinginan mereka. Namun hal ini sangat berdampak pada masa depan negara jajahan, berbeda sekali dengan negara hasil jajahan secara kolonialisme.
Merupakan tindak penjajahan terhadap suatu negara yang menurut saya merugikan karena tidak membiarkan negara jajahan unuk berkembang, dengan kata lain ini merupakan pendominasian secara utuh.
Imperialisme
Tindak penjajahan lainnya, namun dalam kasus ini para penjajah membiarkan negara jajahannya untuk berkembang meski tetap harus sesuai keinginan mereka. Namun hal ini sangat berdampak pada masa depan negara jajahan, berbeda sekali dengan negara hasil jajahan secara kolonialisme.
Wednesday, 22 April 2015
Daftar nama Gubernur Jenderal VOC
GUBERNUR JENDRAL V.O.C.
1609 – 1614 Pieter Both (? – 1615)
1614 – 1615 Gerard Reynst (?– 1615)
1615 – 1619 Laurens Reael (1583 – 1637)
1619 – 1623 Jan Pieterszoon Coen (1587 – 1629)
1623 – 1627 Pieter de Carpentier (1588 – 1659)
1627 – 1629 Jan Pieterszoon Coen (1587 – 1630)
1629 – 1632 Jacques Specx (1588 – ?)
1632 – 1636 Hendrik Brauwer (1581 – 1643)
1636 – 1645 Anthony van Diemen (1593 – 1645)
1645 – 1650 Cornelis van der Lijn (1608 – ?)
1650 – 1653 Carel Reyniersz (1604 – 1653)
1653 – 1678 Joan Maetsuycker (1606 – 1678)
1678 – 1681 Rijkloff van Goens (1619 – 1682)
1681 – 1684 Cornelis Janszoon Speelman (1628 – 1684)
1684 – 1691 Joannes Camphuys (1634 – 1695)
1691 – 1704 Willem van Outhoorn 1635 – 1720)
1704 – 1709 Joan van Hoorn (1653 – 1713)
1709 – 1713 Abraham van Riebeeck (1653 – 1713)
1713 – 1718 Christoffel van Swoll (1663 – 1718)
1718 – 1725 Hendrick Zwaardecroon (1667 – 1728)
1725 – 1729 Mattheus de Haan (1663 – 1729)
1729 – 1732 Diederik Durven (1676 – 1740)
1732 – 1735 Dirk van Cloon (1684 – 1735)
1735 – 1737 Abraham Patras (1671 – 1737)
1737 – 1741 Adriaen Valckenier (1695 – 1751)
1741 – 1743 Johannes Thedens (1680 – 1748)
1743 – 1750 Gustaaf Willem, Baron van Imhoff (1705 – 1750)
1750 – 1761 Jacob Mossel (1704 – 1761)
1761 – 1775 Petrus Albertus van der Parra (1714 – 1775)
1775 – 1777 Jeremias van Riemsdijk (1712 – 1777)
1777 – 1780 Reinier de Klerk (1710 – 1780)
1780 – 1796 Willem Arnold Alting (1724 – 1800)
1796 – 1801 Pieter Gerardus van Overstraten (1755 – 1801)
1801 – 1805 Johannes Siberg (1740 – 1817)
1805 – 1808 Albertus Henricus Wiese (1761 – 1810)
1808 – 1811 Herman Willem Daendels (1762 – 1818)
1811 – 1811 Jan Willem Janssens (1762 – 1838)
MASA PERALIHAN INGGRIS
1811 – 1816 Thomas Stamford Raffles (1781 – 1826)
1816 John Fendall (1762 – 1825)
KOMISARIS JENDRAL
1814 – 1816 C. Th. Elout (1767 – 1841) dan A.A. Buyskes (1771 – ?)
GUBERNUR JENDRAL HINDIA BELANDA
1816 – 1826 Godert Alexander Gerard Philip, Baron van der Capellen (1778 – 1848)
1826 – 1830 Leonard Pierre Joseph, Burggraaf du Bus de Gisignies (1780 – 1849)
1830 – 1834 Johannes van den Bosch (1780 – 1839)
1834 – 1836 Jean Chretien Baud (1789 – 1859)
1836 – 1840 Dominique Jacques (de) Eerens (1781 – 1840)
1841 – 1844 Pieter Merkus (1787 – 1844)
1845 – 1851 Jan Jacob Rochussen (1797 – 1871)
1851 – 1856 Albertus Jacobus Duijmaer van Twist (1809 – 1887)
1856 – 1861 Chrales Ferdinand Pahud (1803 – 1873)
1861 – 1866 Ludolf Anne Jan Wilt, Baron Sloet van de Beele (1806 – 1890)
1866 – 1872 Pieter Meijer (1812 – 1881)
1872 – 1875 James Loudon (1824 – 1884)
1875 – 1881 Johan Wilhelm van Lansberge (1830 – 1905)
1881 – 1884 Frederik s’Jacob (1822 – 1901)
1884 – 1888 Otto van Rees (1823 – 1892)
1888 – 1893 Cornelis Pijnacker Hordijk (1847 – 1908)
1893 – 1899 Jhr. Carel Herman Aart van der Wijck (1840 – 1914)
1899 – 1905 Willem Rooseboom (1843 – 1920)
1905 – 1909 Johannes Benedictus van Heutsz (1851 – 1924)
1909 – 1916 Alexander Willem Frederik Idenburg (1861 – 1935)
1916 – 1921 Jean Paul, Graaf van Limburg Stirum (1873 – 1958)
1921 – 1926 Dirk Fock (1858 – 1941)
1926 – 1931 Jhr. Andries Cornelis Dirk de Graeff (1872 – 1957)
1931 – 1936 Jhr. Bonifacius Cornelis de Jonge (1875 – 1958)
1936 – 1945 Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1888 – 1978).
LETNAN GUBERNUR JENDRAL
1941 – 1942 Hubertus Johannes van Mook (1894 – 1965)
1944 – 1948 Hubertus Johannes van Mook (1894 – 1965)
BUPATI JAWA DARI MILITER JEPANG
1942 Imamura Hitoshi
1942 – 1944 Harada Kumakichi
1944 – 1945 Yamamoto Moichiro
PERWAKILAN TINGGI TAHTA BELANDA (HIGH COMMISSIONER)
1948 – 1949 Louis Joseph Maria Beel (1902 – 1977)
1949 Antonius Hermanus Johannes Lovink (1902 – 1995)
GUBERNUR WEST NEW GUINEA (IRIAN JAYA)
1950 – 1953 Simon L. Van Waardenburg
1953 – 1958 Jan van Baal
1958 – 1962 Pieter J. Plateel (1911 – 1978)
sumber bacaan :
Robert Cribb & Audrey Kahin: Kamus Sejarah Indonesia. Komunitas Bambu, Jakarta, 2012.
Mona Lohanda: Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia. Masup Jakarta, 2007.
C.R. Boxer: Jan Kompeni – Sejarah VOC dalam Perang dan Damai 1602 – 1799. Sinar Harapan, 1983.
Willard A. Hanna: Hikayat Jakarta. YOI, 1988.
1609 – 1614 Pieter Both (? – 1615)
1614 – 1615 Gerard Reynst (?– 1615)
1615 – 1619 Laurens Reael (1583 – 1637)
1619 – 1623 Jan Pieterszoon Coen (1587 – 1629)
1623 – 1627 Pieter de Carpentier (1588 – 1659)
1627 – 1629 Jan Pieterszoon Coen (1587 – 1630)
1629 – 1632 Jacques Specx (1588 – ?)
1632 – 1636 Hendrik Brauwer (1581 – 1643)
1636 – 1645 Anthony van Diemen (1593 – 1645)
1645 – 1650 Cornelis van der Lijn (1608 – ?)
1650 – 1653 Carel Reyniersz (1604 – 1653)
1653 – 1678 Joan Maetsuycker (1606 – 1678)
1678 – 1681 Rijkloff van Goens (1619 – 1682)
1681 – 1684 Cornelis Janszoon Speelman (1628 – 1684)
1684 – 1691 Joannes Camphuys (1634 – 1695)
1691 – 1704 Willem van Outhoorn 1635 – 1720)
1704 – 1709 Joan van Hoorn (1653 – 1713)
1709 – 1713 Abraham van Riebeeck (1653 – 1713)
1713 – 1718 Christoffel van Swoll (1663 – 1718)
1718 – 1725 Hendrick Zwaardecroon (1667 – 1728)
1725 – 1729 Mattheus de Haan (1663 – 1729)
1729 – 1732 Diederik Durven (1676 – 1740)
1732 – 1735 Dirk van Cloon (1684 – 1735)
1735 – 1737 Abraham Patras (1671 – 1737)
1737 – 1741 Adriaen Valckenier (1695 – 1751)
1741 – 1743 Johannes Thedens (1680 – 1748)
1743 – 1750 Gustaaf Willem, Baron van Imhoff (1705 – 1750)
1750 – 1761 Jacob Mossel (1704 – 1761)
1761 – 1775 Petrus Albertus van der Parra (1714 – 1775)
1775 – 1777 Jeremias van Riemsdijk (1712 – 1777)
1777 – 1780 Reinier de Klerk (1710 – 1780)
1780 – 1796 Willem Arnold Alting (1724 – 1800)
1796 – 1801 Pieter Gerardus van Overstraten (1755 – 1801)
1801 – 1805 Johannes Siberg (1740 – 1817)
1805 – 1808 Albertus Henricus Wiese (1761 – 1810)
1808 – 1811 Herman Willem Daendels (1762 – 1818)
1811 – 1811 Jan Willem Janssens (1762 – 1838)
MASA PERALIHAN INGGRIS
1811 – 1816 Thomas Stamford Raffles (1781 – 1826)
1816 John Fendall (1762 – 1825)
KOMISARIS JENDRAL
1814 – 1816 C. Th. Elout (1767 – 1841) dan A.A. Buyskes (1771 – ?)
GUBERNUR JENDRAL HINDIA BELANDA
1816 – 1826 Godert Alexander Gerard Philip, Baron van der Capellen (1778 – 1848)
1826 – 1830 Leonard Pierre Joseph, Burggraaf du Bus de Gisignies (1780 – 1849)
1830 – 1834 Johannes van den Bosch (1780 – 1839)
1834 – 1836 Jean Chretien Baud (1789 – 1859)
1836 – 1840 Dominique Jacques (de) Eerens (1781 – 1840)
1841 – 1844 Pieter Merkus (1787 – 1844)
1845 – 1851 Jan Jacob Rochussen (1797 – 1871)
1851 – 1856 Albertus Jacobus Duijmaer van Twist (1809 – 1887)
1856 – 1861 Chrales Ferdinand Pahud (1803 – 1873)
1861 – 1866 Ludolf Anne Jan Wilt, Baron Sloet van de Beele (1806 – 1890)
1866 – 1872 Pieter Meijer (1812 – 1881)
1872 – 1875 James Loudon (1824 – 1884)
1875 – 1881 Johan Wilhelm van Lansberge (1830 – 1905)
1881 – 1884 Frederik s’Jacob (1822 – 1901)
1884 – 1888 Otto van Rees (1823 – 1892)
1888 – 1893 Cornelis Pijnacker Hordijk (1847 – 1908)
1893 – 1899 Jhr. Carel Herman Aart van der Wijck (1840 – 1914)
1899 – 1905 Willem Rooseboom (1843 – 1920)
1905 – 1909 Johannes Benedictus van Heutsz (1851 – 1924)
1909 – 1916 Alexander Willem Frederik Idenburg (1861 – 1935)
1916 – 1921 Jean Paul, Graaf van Limburg Stirum (1873 – 1958)
1921 – 1926 Dirk Fock (1858 – 1941)
1926 – 1931 Jhr. Andries Cornelis Dirk de Graeff (1872 – 1957)
1931 – 1936 Jhr. Bonifacius Cornelis de Jonge (1875 – 1958)
1936 – 1945 Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1888 – 1978).
LETNAN GUBERNUR JENDRAL
1941 – 1942 Hubertus Johannes van Mook (1894 – 1965)
1944 – 1948 Hubertus Johannes van Mook (1894 – 1965)
BUPATI JAWA DARI MILITER JEPANG
1942 Imamura Hitoshi
1942 – 1944 Harada Kumakichi
1944 – 1945 Yamamoto Moichiro
PERWAKILAN TINGGI TAHTA BELANDA (HIGH COMMISSIONER)
1948 – 1949 Louis Joseph Maria Beel (1902 – 1977)
1949 Antonius Hermanus Johannes Lovink (1902 – 1995)
GUBERNUR WEST NEW GUINEA (IRIAN JAYA)
1950 – 1953 Simon L. Van Waardenburg
1953 – 1958 Jan van Baal
1958 – 1962 Pieter J. Plateel (1911 – 1978)
sumber bacaan :
Robert Cribb & Audrey Kahin: Kamus Sejarah Indonesia. Komunitas Bambu, Jakarta, 2012.
Mona Lohanda: Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia. Masup Jakarta, 2007.
C.R. Boxer: Jan Kompeni – Sejarah VOC dalam Perang dan Damai 1602 – 1799. Sinar Harapan, 1983.
Willard A. Hanna: Hikayat Jakarta. YOI, 1988.
Kongsi dagang yang pernah ada di Nusantara
VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie)
merupakan sebuah perusahaan saham-gabungan dari para investor, yang diberikan Royal Charter oleh Elizabeth I pada 31 Desember 1600, dengan tujuan untuk menolong hak perdagangan di India. Royal Charter (Piagam Kerajaan) secara efektif memberikan perusahaan yang baru berdiri ini sebuah monopoli dalam seluruh perdagangan di Hindia Timur. Perusahaan berubah dari sebuah gabungan perdagangan komersial ke salah satu yang memerintah India ketika perusahaan ini mengambil fungsi pemerintahan dan militer tambahan, sampai pembubarannya pada 1858. Adam Smith menulis, "Perbedaan antara konstitusi Britania yang jenius yang melindungi dan memerintah Amerika Utara, dan dari yang perusahaan perdagangan menekan dan mendominasi Hindia Timur, tidak dapat mungkin dapat digambarkan dari perbedaan "state" dari negara-negara tersebut."
Atas
prakarsa dari dua tokoh Belanda, yaitu : Pangeran Maurits dan Johan van
Olden Barnevelt, pada tahun 1602 kongsi-kongsi dagang Belanda
dipersatukan menjadi sebuah kongsi dagang besar yang diberi nama VOC
(Verenigde Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Maskapai
Perdagangan Hindia Timur. Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. Pada
tahun 1602 VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang dikepalai oleh
Francois Wittert. Adapun tujuan dibentuknya VOC adalah :
a. Untuk menghindari persaingan tidak sehat antara sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh.
b. Untuk memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya maupun dengan bangsa-bangsa Asia.
c. Untuk membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.
Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan leluasa, oleh pemerintah Belanda VOC diberi hak-hak istimewa yang dikenal sebagai Hak Octroi yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Monopoli perdagangan
2. Mencetak dan mengedarkan uang
3. Mengangkat dan memberhentikan pegawai
4. Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5. Memiliki tentara untuk mempertahankan diri
6. mendirikan benteng
7. menyatakan perang dan damai
8. mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat
Untuk
mendapatkan keuntungan yang besar VOC menerapkan monopoli perdagangan.
Bahkan pelaksanaan monopoli VOC di Maluku lebih keras dari pada
pelaksanaan monopoli bangsa Portugis. Peraturan-peraturan yang
ditetapkan VOC dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain
sebagai berikut :
1. Verplichte Leverantie
2. Contingenten
3. Ekstirpasi
4. Pelayaran Hongi
East India Company
merupakan sebuah perusahaan saham-gabungan dari para investor, yang diberikan Royal Charter oleh Elizabeth I pada 31 Desember 1600, dengan tujuan untuk menolong hak perdagangan di India. Royal Charter (Piagam Kerajaan) secara efektif memberikan perusahaan yang baru berdiri ini sebuah monopoli dalam seluruh perdagangan di Hindia Timur. Perusahaan berubah dari sebuah gabungan perdagangan komersial ke salah satu yang memerintah India ketika perusahaan ini mengambil fungsi pemerintahan dan militer tambahan, sampai pembubarannya pada 1858. Adam Smith menulis, "Perbedaan antara konstitusi Britania yang jenius yang melindungi dan memerintah Amerika Utara, dan dari yang perusahaan perdagangan menekan dan mendominasi Hindia Timur, tidak dapat mungkin dapat digambarkan dari perbedaan "state" dari negara-negara tersebut."
Compagnie Des Images
adalah sebuah kongsi dagang perancis. maaf saya belum menemukan detil lengkapnya untuk yang satu ini.
Monday, 30 March 2015
Wednesday, 4 March 2015
Perbedaan Candi
Bagian
dari Candi
|
Candi
Buddha
|
Candi
Hindhu
|
Bentuk
bangunan
|
Cenderung
tambun
|
Cenderung
tinggi dan ramping
|
Atap
|
Jelas
menunjukkan undakan, umumnya terdiri atas 3 tingkatan
|
Atapnya
merupakan kesatuan tingkatan. Undakan-undakan kecil yang sangat
banyak membentuk kesatuan atap yang melengkung halus.
|
Kemuncak
|
Stupa
(candi Buddha), Ratna atau Vajra (candi Hindu)
|
Kubus
(kebanyakan candi Hindu), terkadang Dagoba yang berbentuk tabung
(candi Buddha)
|
Gawang
pintu dan hiasan relung
|
Gaya
Kala-Makara; kepala Kala dengan mulut menganga tanpa rahang bawah
terletak di atas pintu, terhubung dengan Makara ganda di
masing-masing sisi pintu
|
Hanya
kepala Kala tengah menyeringai lengkap dengan rahang bawah
terletak di atas pintu, Makara tidak ada
|
Relief
|
Hanya
kepala Kala tengah menyeringai lengkap dengan rahang bawah
terletak di atas pintu, Makara tidak ada
|
Ukiran
lebih rendah (tipis) dan kurang menonjol, gambar bergaya seperti
wayang bali
|
Tata
letak dan lokasi candi utama
|
Mandala
konsentris, simetris, formal; dengan candi utama terletak tepat di
tengah halaman kompleks candi, dikelilingi jajaran candi-candi
perwara yang lebih kecil dalam barisan yang rapi
|
Linear,
asimetris, mengikuti topografi (penampang ketinggian) lokasi;
dengan candi utama terletak di belakang, paling jauh dari pintu
masuk, dan seringkali terletak di tanah yang paling tinggi dalam
kompleks candi, candi perwara terletak di depan candi utama
|
Arah
hadap bangunan
|
Kebanyakan
menghadap ke timur
|
Kebanyakan
menghadap ke barat
|
Bahan
bangunan
|
Kebanyakan
batu andesit
|
Kebanyakan
bata merah
|
Bagian
dari Candi
|
Candi
Jawa Barat
|
Candi
Jawa Timur
|
Bentuk
bangunan
|
Cenderung
tambun
|
Cenderung
tinggi dan ramping
|
Atap
|
Jelas
menunjukkan undakan, umumnya terdiri atas 3 tingkatan
|
Atapnya
merupakan kesatuan tingkatan. Undakan-undakan kecil yang sangat
banyak membentuk kesatuan atap yang melengkung halus.
|
Kemuncak
|
Stupa
(candi Buddha), Ratna atau Vajra (candi Hindu)
|
Kubus
(kebanyakan candi Hindu), terkadang Dagoba yang berbentuk tabung
(candi Buddha)
|
Gawang
pintu dan hiasan relung
|
Gaya
Kala-Makara; kepala Kala dengan mulut menganga tanpa rahang bawah
terletak di atas pintu, terhubung dengan Makara ganda di
masing-masing sisi pintu
|
Hanya
kepala Kala tengah menyeringai lengkap dengan rahang bawah
terletak di atas pintu, Makara tidak ada
|
Relief
|
Hanya
kepala Kala tengah menyeringai lengkap dengan rahang bawah
terletak di atas pintu, Makara tidak ada
|
Ukiran
lebih rendah (tipis) dan kurang menonjol, gambar bergaya seperti
wayang bali
|
Tata
letak dan lokasi candi utama
|
Mandala
konsentris, simetris, formal; dengan candi utama terletak tepat di
tengah halaman kompleks candi, dikelilingi jajaran candi-candi
perwara yang lebih kecil dalam barisan yang rapi
|
Linear,
asimetris, mengikuti topografi (penampang ketinggian) lokasi;
dengan candi utama terletak di belakang, paling jauh dari pintu
masuk, dan seringkali terletak di tanah yang paling tinggi dalam
kompleks candi, candi perwara terletak di depan candi utama
|
Arah
hadap bangunan
|
Kebanyakan
menghadap ke timur
|
Kebanyakan
menghadap ke barat
|
Bahan
bangunan
|
Kebanyakan
batu andesit
|
Kebanyakan
bata merah
|
*Candi
Jawa Timur kebanyakan adalah bercorrak Hindu
*Candi
Jawa Barat kebnyakan adalah bercorak Budha
Subscribe to:
Posts (Atom)